Selasa, 12 Juni 2012

CERBUNG : LUKA SANG BUNGA part II


Bunyi alarm itu terdengar sangat bersemangat. Entah apa yang membuat suara itu terasa seperti semangat pagi yang luar biasa. Mungkin saja karena sudah dua bulan aku tidak mengaktifkan alarm tersebut. Jadi, ketika alarm itu berbunyi lagi terdengar sangat bersemangat. Memang hebat, alarm yang berbunyi hanya sekali saja dapat membangunkan aku dari tidur lelapku malam ini.

Sabtu, 12 September.
Hari pertama aku masuk kuliah. Rasanya senang sekali. Setelah lima bulan berdiam diri tanpa rutinitas yang tetap. Kini aku memulainya di tempat yang berbeda, suasana yang berbeda, semangat yang berbeda, dan yang pasti sebutan yang berbeda.
“Ciee… Mahasiswa nih ye” kata Ibu meledekku yang sedang sarapan roti, pagi itu.
“Ih apa sih Ibu?” jawabku tersipu malu.
“Kenapa masih pakai baju putih abu-abu?”
“Oyah ?” aku melihat diriku, “ya Allah. Beneran salah kostum.”
“Ya sudah sana ganti baju yang keren dulu.”
“Oke” berjalan menuju kamar dan segera mengganti baju.
“Naaaah udah bener kan, Bu?”
“Udah. Keren kok, tapi sayang, masih aja keliatan kayak anak SMA.”
“Berarti Flower keliatan masih muda dong?”
“Emang kamu masih muda, Flo. Kalau Ibu, baru sudah tua.”
Aku tersenyum, “iya emang Ibu udah tua. Kan udah punya anak perempuan yang jadi mahasiswa.”
“Flower. Ini motor kamu udah siap. Inget yah hati-hati!” selak Ayah yang baru saja selesai memanaskan mesin motorku.
Aku keluar dan melihat kendaraan yang baru dua minggu parkir di rumah kecil ini.
“Terima kasih Ayaaaaah” aku mencium pipinya.
“Tumben kamu cium pipi Ayah. Udah 10 tahun kayaknya kamu nggak pernah cium pipi Ayah.”
“Ah masa sih, Yah? Selama itukah?”
“Kayaknya sih gitu” lalu ia mengambil beberapa lembar kertas di saku celananya, “nih uang bensinnya” memberikan beberapa lembar kertas itu.
“Nggak usah, Yah. Flower masih punya uang hasil dari ikut kuis beberapa minggu yang lalu. Emang Flower sengaja menyisakan uang itu buat jajan pertama si Putih.”
Putih adalah sebutan untuk motor baruku. Sengaja aku memberikan satu julukan pada motor ini. Karena aku yakin, motor inilah saksi bisu perjalanan aku di kampus.
“Oke. Ya udah, sekarang udah jam setengah tujuh. Cepat jalan!”
“Baik, Ayah” aku mengambil tas dan memakai sepatu yang juga baru aku beli seminggu yang lalu.

                Sejak pengumuman penerimaan mahasiswa baru, aku, Ibuku dan juga Eyang sibuk dengan segala perihal yang dapat membuatku keren ketika kuliah nanti. Mulai dari terwujudnya janji Eyang dengan si Putih, lalu Ibu yang sibuk membelikan aku sepatu dan baju-baju yang pantas dipakai ketika ke kampus. Kalau aku ? Aku hanya mempersiapkan mental supaya tidak pingsan ketika hari pertama kuliah.

                Setelah aku selesai dengan tali di sepatuku, aku bergegas pergi dan yang pasti meminta restu kedua orang tuaku.
                Si putih membawaku dengan asiknya menuju kampus impian. Suasana pagi yang segar dengan udara yang masih sejuk dan wajib dihirup sepuas-puasnya, karena satu atau dua jam lagi udara ini akan lenyap. Dengan jaket yang tebal, penutup mulut, sarung tangan, serta helm yang disiapkan oleh Ibu untuk melindungiku menuju kampus impian.
                Satu jam perjalanan dari rumahku menuju kampus ku lewati dengan nyanyian-nyanyian penyemangatku. Begitu senang rasanya. Melewati pintu masuk kampus itu rasanya seperti masuk ke pintu rumah yang di dalamnya berisikan keluarga yang harmonis. Menyenangkan.
                Segera ku parkirkan si putih di tempat yang menurutku strategis dan aman. Aku berjalan dengan rasa percaya diri yang luar biasa menuju Fakultas Ilmu Komunikasi. Di koridor yang lumayan panjang yang baru beberapa langkah ku telusuri. Aku melihat seorang lelaki yang dari gayanya memang sangat keren dan terlihat berasal dari keluarga yang berada.
Gile tuh cowok ganteng banget. Gaya nya keren. Tajir nih orang. Anak mana yah? Satu fakultas kah sama gue? Mudah-mudahan lah

Selasa, 22 Mei 2012

BANTU YAAAH :)

BUKA LINK INI YUK :)

http://micro.hai-online.com/microsite/indosat/styleinweek/galeri.php?id=390
LIKE FOTO AKU YANG SEPERTI INI


LALU YANG SEPERTI INI YA :)



DAN YANG SEPERTI INI :)

 YANG INI JUGA :)

Minggu, 20 Mei 2012

SATU KEINGINAN DARI KAMI


Hallo !!
Kali ini postingan gue adalah target kami calon generasi penerus Bangsa INDONESIA. Buat siapapun yang membaca ini, tolong yah jadiin doanya. Karena doa kalian adalah satu jalan yang terbuka untuk kami sehingga kami dapat meneruskan cita-cita bangsa kita semua. Postingan ini spesifiknya keinginan kami semua untuk melanjutkan sebagai mahasiswa. Check this out !!

SYARIFAH MUDARSIH, XII IPS 4, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (AMIN)

WIDYA DESTIANA, XII IPS 4, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI AKUNTANSI DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (AMIN)

ARIENA JUNISA, XII IPS 4, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI ILMU KOMUNIKASI DI UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN (AMIN)

DESTI NUR AZIZAH, XII IPS 4, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI PENDIDIKAN EKONOMI DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (AMIN)

ABDULLAH EDWIN ARIEPUTRA, XII IPA 2, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWA KELAUTAN DI UNIVERSITAS PADJAJARAN (AMIN)

ABDUL AZIZ, XII IPS 3, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWA HUKUM DI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA (AMIN)

ANDINI ENDANG S., XII IPS 2, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI SASTRA PRANCIS DI  UNIVERSITAS INDONESIA (AMIN)

DIRGA YOGA TAMA, XII IPS 4, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (AMIN)
LOLOS SNMPTN TULIS 2012 PGSD UNTIRTA

BELLA IRMA SUGANDI, XII IPA 1, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS INDONESIA (AMIN)

ALFI KURNIAWATI PRATIWI, XII IPS 4, SMA NEGERI 94 JAKARTA
CALON MAHASISWI PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (AMIN)

CERBUNG : LUKA SANG BUNGA part I


                Dipermainkan perasaan oleh seorang cowok itu memang menyakitkan. Apalagi masuk dalam golongan tragedi yang sering disebut ‘tarik ulur’. Seseorang yang mengalami hal tersebut pasti akan mengalami masa-masa yang paling menyebalkan dalam kehidupan labilnya. Namun, siapa yang tahu tentang apa yang terjadi setelah kejadian itu ? Kita tidak akan pernah tau, seperti yang ku alami saat ini.
            Rasanya ingin aku lompat dari ketinggian 1000 meter, lompat tanpa parasit atau benda apapun yang dapat membuatku mendarat dengan baik dan sempurna. Ingin aku muncul di surat kabar dengan judul yang besar “DEPRESI DALAM HAL PERCINTAAN, SEORANG GADIS LOMPAT DARI KETINGGIAN 1000  METER”. Tapi aku ingat dengan orang-orang di sekitarku, keluargaku, teman-temanku yang masih sayang denganku dan tetap menginginkan aku hadir di dunia ini bersama mereka. Dan pada akhirnya aku hanya mampu duduk di balkon depan kamarku dengan memegang sehelai kertas foto di tangan kiri dan korek gas di tangan kanan.
            Air mata pun tak henti keluar dari mata sipit ini, melewati setiap lengkungan pipiku, membasahinya hingga tanganku pun tak sanggup lagi membantu menghapusnya. Memandang penuh kenangan yang ada dalam foto itu. Ya, itu adalah salah satu kenangan terindah. Seseorang yang ada dalam foto itulah yang membuat aku seperti ini. Ini bukan pertama kalinya aku menangisi hal seperti ini, bahkan mungkin ini juga bukan yang terakhir kalinya aku akan menangisi hal tersebut. “Ya Tuhan..kenapa semua ini terjadi ? Jujur aku belum sanggup .” Dan tangisanku pun tak kunjung berhenti dan justru semakin menjadi. Semua hal yang aku alami dalam setahun ini memang benar-benar menyakitkan.
***
            14 Februari
            Siapa yang tidak tahu mengenai hari ini ? Mereka menyebutnya hari kasih sayang. Untuk tahun ini aku merayakan hari itu dengan teman-teman akrabku di kampus. Aku merayakannya bersama Hilda Sukmawati, Reyna Hanifazrianita, Alucia Devanina, Muhammad Rodikha Lukmana, Vanesco Tio, Roberto Albert Handoko, Ahmad Muzahid, dan yang pasti Arrizah Levano Hakim. Kami telah merencanakan hari ini sejak tahun baru kemarin. Jadwalnya adalah di rumah Riza, karena sudah satu minggu terakhir ini rumah Riza tak berpenghuni. Kedua orang tuanya sedang dinas ke luar negeri,sedangkan Riza sering sekali menginap di rumah Tio. Selain itu, memang keluarga Riza sama sekali tidak menggunakan jasa pembantu rumah tangga.

Selasa, 24 April 2012

MASA CAMEN TAPI OKE PART III

"SELAMAT"
mungkin adalah kata yg pantas diberikan kepada siswa/i SMA/MA/SMK. Karena mereka telah menyelesaikan misi terakhirnya di ujung perjalanannya menjadi seorang Siswa.
Hmm... Lega rasanya sudah melewati 4 hari keramat pada masa SMA ini. Suasana gugup dan semangat yg bercampur aduk benar2 menemani kita selama 4 hari ini.
Dimulai dr hari Senin, 16 April 2012. Mata pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia. Semua udah gw siapin dgn sempurna (menurut gw), dari pakaian, dandanan, materi ujian, perlengkapan ujian dan lain2nya. Huh waktu hari Minggu nya sih, gw sempet sedih. Seharian gw nonton TV tanpa belajar, gw liat berita2 ttg UJIAN NASIONAL, dan sebenarnya yg buat gw sedih bukan karena gw gugup menghadapi UN, tp gw sedih karena gw akan menjalani misi terakhir ini dan setelah itu gw akan susah bgt ngerasain kebersamaan dgn teman2 seperjuangan.

Sepenggal Kata 'Menerima Takdir'

Terkadang...
Kita merasa, kalau takdir yang kita miliki itu pahit dan tidak adil.
Tetapi kita harus menerimanya dengan manis dan adil.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita lho,
meskipun terkadang kita menyalahkan Tuhan atas keadaan yang kita terima, patutnya kita berfikir. Di balik itu semua Tuhan pasti memberikan akhir yang terbaik untuk kita. Karena Tuhan itu sayang sama kita.

Sepenggal Kata 'Kami dengan Teguran-Mu'

Tuhan, kau ciptakan kami dan kau juga yang mengambil kami.
Tuhan, kau ciptakan bumi indah ini untuk kami tapi kami yang menghancurkannya.
Mungkin, hanya penyesalan dan air mata yang ada.
Mungkin, hanya doa yg dapat dipanjatkan.
Untuk kami yang Engkau goyahkan dengan teguran-Mu.
Engkau dapat bertindak, tanpa ada yang bisa mencegah.
Tapi kami hanya terdiam dan tak peduli.
Tuhan, memang ini salah kami.
Kami sudah melalaikan perintah-Mu.
Kami melupakan apa yang dilarang-Mu.
Ampuni kami ya Tuhan...

Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part IV

Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part III                 Via Whatsapp aku mengajaknya pergi ke Puncak, enam bulan kemudian. Dia mau dan si...