Jumat, 12 Oktober 2012

SENYUM UNTUK LUNA

Matahari tak lagi menyinari dengan sempurna. Cahayanya sudah mulai tergilir oleh hadirnya sang bulan. Pantulan warna kuning kemerahan terlihat di setiap sisi dan ruang. Diiringi dengan hembusan-hembusan angin sore yang membuat kain ini menjadi megar.
            Suasana semakin hening, setiap orang mulai melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang. Berbondong-bondong dan saling berebutan untuk dapat lebih dulu mengeluarkan dirinya dan kendaraan yang mereka bawa dari parkiran. Dengan segala beban pikiran akan tugas dan tentengan buku yang tebalnya bukan kepalang. Mereka adalah orang-orang yang menyebut dirinya sebagai mahasiswa. Mereka pergi meninggalkan dengan berbagai rona.
            Bangku panjang berwarna hijau yang terpampang antara dua pohon yang tidak begitu besar namun rindang telah lama ku duduki. Sengaja ku singgah untuk menunggu datangnya seseorang. Seraya menikmati setiap hembus angin yang lewat di sekitarku, mataku tak henti melirik. Mulai mencari sesuatu yang semakin lama semakin tidak pasti.
            Sesekali aku melihat jam tangan berwarna coklat yang terpasang di pergelangan tangan kiriku. Wajah lusuh ini sudah mulai menunjukan emosinya. Dahi ini muali terlihat mengkerut. Tak sesekali aku menggigit bibir ini, tak lain hanya untuk mengurangi rasa kegelisahan.
“Lun, gue balik duluan ya.” Ucap Septi dengan cepatnya.
“Iya, Sep. Bye !” jawabku.
            Kegelisahan akan menunggu sesuatu yang indah itu tidak memiliki ujung yang pasti. Semua harapan rasanya sudah mulai pergi tertiup angin. Setiap detik telah dihabiskan dengan setiap kedipan mata. Desah nafas yang penuh dengan rasa bahagia itu mulai sirna.
            Cahaya matahari yang semakin lama semakin meredup adalah gambaran sebuah harapan yang mulai bosan menunggu. Ingin langkah kaki pergi dan segera melupakan. Tapi entah, berat rasanya untuk meninggalkan. Jika meninggalkan dia adalah yang terbaik katanya, maka mungkin yang terburuklah yang akan aku ambil. Karena bertemu dengannya adalah hal terindah yang sedang kuinginkan.
“Lun… Luna!”
“Ha?” mataku melirik penuh harapan.
“Kok belum pulang?”
“Eh, Aray. Iya nih belum.”
“Kenapa belum?”
“Lagi nunggu temen. Lu kenapa gak pulang?”
“Gue lagi nunggu nyokap gue nih. Bentar lagi juga mau pulang.” Kemudian ia duduk di sampingku.
“Oh.” Aku menatap layar handphone itu.
“Emang siapa si yang lu tunggu? Anak sini?”
“Engga, Ray. Temen SMA gue.”
“Cowok?”
“Iya.”
“Cowok lu kali?”
“Engga. Belum sih tepatnya.”
“Udah gak available nih kayaknya.”
“Ha? Engga kok. Masih.” Aku tersenyum, “sebentar ya. Gue mau  telpon dulu.” Lalu ku ketik beberapa nomor di handphone itu. Ku mulai menunggu tersambungnya panggilan itu.
“Gak diangkat?” tanyanya ketika melihat wajahku nampak kecewa. Dan ku balas dengan menggelengkan kepala.
“Ray, lu udah punya pacar?”
“Hm?” wajahnya terkejut.
“Emm jangan berpikir macem-macem Ray. Gue cuma mau nanya aja.”
“Oh, maaf deh. Gue udah punya pacar, Lun. Kenapa?”
“Pacar lu kuliah atau kerja?”
“Kuliah, Lun. Di universitas swasta. Memangnya kenapa deh?”
“Gak kenapa-kenapa sih. Yakin buat long distance?”
“Siap ataupun engga, ya harus siap. Jalanin aja gitu, Lun.” Ia melihat jam tangannya, “Lun, nyokap gue udah selesai. Gue pulang duluan ya.”
“Oh, iya. Hati-hati ya Ray. Salam buat pacar lu.”
“Lah?” ia menaikkan alis kanannya, “hehe oke deh” memberiku jempolnya dan kemudian pergi.
Tuhan, jika memang aku harus menjalin suatu hubungan dengannya. Kuatkanlah perasaan ini dan jauhilah dari segala rasa curiga. Tuhan, jika tidak terjadi apapun antara aku dan dia. Biarkan semua itu terjadi nanti. Izinkan aku dengannya, Tuhan. I love him because You.
            Ternyata matahari memperlambat pergerakannya. Sudah hampir tiga puluh menit dan ia tak datang. Tak ada satu pun kabar. Tak ada satu pun panggilan.
            Rasanya bercampur aduk. Ingin marah, menangis, mengamuk, memaki, menjerit, yang pasti aku kecewa. Dia kemana? Kenapa dia tak datang? Dia kenapa? Apa yang dia lakukan? Dia? Dia tak ingat. Dia sengaja melupakan. Dia memang tidak peduli. Dia tidak menginginkannya. Dia.
            Air mata ini mulai keluar. Mulai membasahi pipi. Mengalir dari mata, turun melewati lengkungan pipi, terdiam di bibir dan ku hapus dengan kain merah penutup kepala. Aku menunduk. Dari kejauhan sudah terlihat segukkan rasa kecewa itu. Tapi, tak ada yang pahami.
Julian…
“Kenapa kamu gak datang? Kenapa kamu gak ingat? Julian, kenapa kamu jahat?” aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah ini dari air mata. Kemudian handphone itu berdering. Ia menelponku, ia mengingatku, ia menyayangiku juga.
“Halo?” aku memulai.
“Luna…” suara perempuan itu. Memang bukan orang asing. Ia … “ini Dewi, Luna. Julian…” suaranya terdiam kembali, tergambarkan sebuah suasana yang panik dan mengganggu, “Luna, maafkan Julian, Luna. Julian gak bisa datang ke tempat kamu, Luna.” Suara itu semakin bergetar, namun jantung ini berdegup jauh lebih kencang dari gemetar suaranya. Mulut ini tak mampu berkata, begitu takut untuk bertanya.
“Luna, Julian kecelakaan di depan kampus gue. Dia gak bisa ke kampus lu untuk menepati janjinya. Julian kritis, Luna. Dia sekarang di rumah sakit deket kampus gue. Gue udah minta tolong Aska ke kampus lu, jemput lu dan membawa lu kesini. Buat ketemu sama Julian, Luna.” Penjelasan panjang lebar itu dibuatnya terbata. Setiap kata yang keluar melemahkan raga, meneteskan air mata, dan menggetarakan hati.
            Di depan sebuah cermin kamar kecil aku menatap wajahku yang sudah penuh dengan kesedihan. Di depan sebuah cermin ku membayangkan dirinya berdiri di belakangku. Di depan sebuah cermin aku melihat ia memelukku. Di depan sebuah cermin aku melihatnya mengatakan “I Love You”.
            Aku berlari keluar. Aku mencoba menyadarkan diriku dari sebuah khayalan. Ku berlari menuju tempat awal. Aku berdiri di tempat ku menunggu. Entah makhluk bodoh apa aku ini. Gak tahu malu menangis di depan umum. Di tempat orang banyak yang berjalan. Aku gak peduli.
            Ku bayangkan wajahnya yang indah. Yang dulu selalu dapat ku lihat dengan sepuasnya. Matanya yang terbingkai kacamata. Hidungnya yang mancung selalu menggoda jari jemariku untuk menariknya. Bibirnya yang menggoda membentuk senyuman indah yang selalu membuatku teringat dengan manis gingsulnya. Mulutnya yang manis selalu memberikanku motivasi yang dapat membuatku terus bangkit dari kesedihan. Kini, ia terjatuh, ia tak mampu berkata ketika ku sedih. Tak mampu memberiku semangat ketika ku sekarang merasakan sedih yang lebih dari sebelumnya. Tak mampu  memberiku tatapan percaya akan hidup yang tak hanya sampai disini. Tak mampu menggoda jariku untuk tidak mengepal memendam kekecewaan. Tak mampu membariku senyuman kepastian akan hadirnya rasa bahagia yang tak pernah usai. Julian.

BINTANG

21 juli 2012
Bintang
Temani aku dalam sepinya malam
Bintang
Terangi aku dalam gelapnya malam
Bintang
Ramaikan mala mini dari kesunyian
Bintang
Bisikan aku dalam keheningan
Bintang
Hanyutkan aku dalam keindahan malam
Bintang
Tuntun aku dalam kebutaan malam
Bintang
Hiasi mala mini dari kesedihan
Bintang
Ajari aku untuk selalu bersinar
Bintang
Bantu aku mengukir rasi terindah
Bintang
Hapus aku dari segala kegelisahan
Bintang
Tuntun aku menuju cahayamu yang benderang
Bintang
Bimbing aku pergi dari kebingungan
Bintang
Warnai hidupku dengan cahayamu
Bintang
Semangati aku dengan kekuatan sinarmu
Bintang
Kau yang ku harapkan
Kau bintang terhebat untukku
Karena kau bintang

Rabu, 03 Oktober 2012

MALAM MINGGU BARENG (OSIS 10-11)


OSIS 10/11
diundang acara rohis yaitu SENAR. Sabtu/ 14 Agustus 2010
yg diundang 32 orang , yg dateng 17 orang. yaitu :
  1. Eka ( Ketos )
  2. Midjil ( Ketua 1 bid. agama )
  3. Andini ( Sekretaris 1 )
  4. Aal ( Bendahara Umum )
  5. Efah ( Humas 1 )
  6. Dendy ( Humas 2 )
  7. Nazel ( 7K1 )
  8. Syara ( Kabid kebangsaan )
  9. Ubay ( Kabid Olahraga )
  10. Nuy ( Kasi KIR penelitian )
  11. Canye ( Kasi Mading )
  12. Anggi ( Kasi EC )
  13. Islami ( Kasi PMR )
  14. Fadly ( Kasi Basket )
  15. Chomenk ( Kasi Volly )
  16. Redina ( Kasi Teater )
  17. Intan ( Kasi Padus )

Ubay yg td nya males banget ngumpul, dia dengan rajin nya pagi pagi udah dateng. hehe
disana kita bantu bantu anak Rohis nyiapin konsumsi, dr ngeset box makanan , masukin makanan ke box, smpe makan tuh makanan. haha
adzan maghrib smua buka puasa, abis itu sholat maghrib deh di masjid SMAN 94 tercinta. sebelum sholat nyanyi nyanyi bareng sambil diiringi gitar nya dendy. abis sholat kita bantu beres beres ruangan. muncul lah ide buat ngebakso bareng.
dan setelah beres beres kita bergegas pergi keluar sekolah buat nyari tukang bakso. akhir nya dapet lah di dpn SD. makan bakso lah kita rame rame. Asiiik banget lhoo. yg gak ikut pasti iri. hehe
semua keribetan makannya, soalnya gak ada tempat duduk. ada yg makan di stan stan tukang jualan. itu sii Nazel sm Chomenk. hehe kayak org pacaran gitu dah..
sayang nyaa.. disana MIdjil gak ikut..
selesai makan, kita semua balik ke rumah masing masing.
Eka nganter Ubay, Syara nganter Redina abis itu bareng sama Nuy, Dendy nganter Anggi, Islami bareng Canye, Intan sm Andini plg sendiri soal nya rumah nya dkt, Fadly pulang naek angkot, Nazel balik sm Chomenk naek angkot ( cinlok dah ). sisa nya Efah sm Aal. Efah kebingungan mau balik sm siapa, sedangkan Aal udah minta jemput Topik ( pacarnya ) akhir nya Efah minta tolong Dendy dah buat nganterin. dengan syarat harus beliin bensin. Tapi akhir nya semua pulang dengan selamaat :D Lain waktu dan lain kesempatan moment kebersamaan ini harus dilakukan lagi :D

yeyeye :P

LAGU KITA SEMUA (OSIS 10-11)

ayo kawan !! kita mulai berkreasi
carilah inspirasi mulai dari angan-angan di hati
dan lakukan semua dengan cinta ga pake emosi
kita semua satu dalam organisasi
cinta kita satu untuk berkreasi
janganlah pernah mengeluh apalagi frustasi
sebab itu tanda orang yang tak pernah percaya dengan diri sendiri

yo ayo kawan !! janganlah kita menangis
awali hari penuh dengan senyum yang manis
ini lagu bukan sok puitis
tapi semua ini hanya untuk osis

banyak sekali rintangan yang kita lalui
tapi semua itu sudah bersama kita lewati
LIHATLAH KE DEPAN dan JANGAN MENOLEH KE BELAKANG LAGI
apalagi MENOLEH KE KANAN DAN KE KIRI
yang ku ingin JADILAH DIRI KAMU SENDIRI

KEDUA TENTANG KELAS BARU

-->
Jum’at, 28 September 2012
                Jumaaaaaat, it’s the end of week study. Haha iya ini hari terakhir gue di minggu perkuliahan minggu ini. Hari ini Nenek alias Wulan ulang tahun niih. HAPPY BIRTHDAY J)
                Sesuai rencana yang pelan-pelan kita omongin (gue, Rina, Deya, Yuli, Sarah, Dini, Sari) pas di Lapiz kita bersedia untuk patungan beli kue buat ngerayain ultahnya nenek di kelas. Naah disini juga ada cerita lagi nih. Hahaha
                Siap deh tuh selesai kelas Bahasa Inggris si Sari sama Dini mau beli kue ultah di deket rumahnya Sari. Beberapa dari yang lain si agak kurang yakin dengan rencana nya si Sari, tapi yasudahlah dari pada gak jadi. Hahaha
                Jalan deh tuh si Dini sama Sari ke rumah Sari. Nah gue sama yang lainnya di kampus. Pas gue lagi ngerjain PR Ekonomi Mikro (karena ada PR juga) gue liat BB nya Dini ketinggalan di meja gue. Pas gue umumin ke anak-anak yang ada di kelas, si Yuli bilang tuh katanya umpetin aja. Yauda gue ikutan ngumpetin deh. Sialnya ngumpetinnya di tas gue. Dasar Yuli bisa jail juga. Yauda deh tuh si Dini udah mulai nyariin, nelpon ke Wulan, nanya ke Gue, dan yang lain juga, itu orang udah panic banget yang pasti haha kasian. Dalam hati gue, siapa yang ultah siapa yang dikerjain gitu. Parah yee?
                Eehhh sialnya, Dini sama Sari balik tuh ke kampus, udah gitu gak jadi beli kue gara-gara BB nya Dini yang diumpetin hahahaha :D So.. pas Dini udah nangis gitu akhirnya tuh BB dia dibalikin deh dan dia disitu langsung marah-marah becanda gitu haha siaaaaan :p
                Yauda deh, akhirnya rembukan pelan-pelan. Si Sari mau beli kue di CL, sama Widya, Indri, dan Nofi. Nah gue yang kmrn ke Lapiz bareng diajak makan bakso sama Wulan. Lumayan ditraktir hahaha.
                Selesai makan, kita ke masjid buat sholat. Eh air nya malah gak ada. So langsung naek ke lantai 4 buat sholat di musholah sana tuh. Selesai sholat balik deh ke kelas, di kelas si Sari udah pulang. Langsung deh gue nanya soal kue. Kata dia si ya udah beres. Bagus deh kalau gitu. Nah kebetulan udah janjian juga sama Dosen Ekonomi Mikro buat ngerjain Wulan. Marah-marah gitu…
                Pas masuk kelas dan dimulai kelasnya, Bu Sisca emang udah marah-marah tuh. Soalnya kita sekelas di kasih PR minggu lalu disuruh ngerjain 2 soal. Eh kita sekelas Cuma ngerjain 1 soal karena yang satunya lagi kita gak ada yang ngerti tuh. Hahaha yauda deh semakin serius aja itu marah-marah. Sayangnya gue gak bisa nahan ketawa juga haha jadi gue mesem-mesem sendiri gitu. Udah deh si Wulan dikerjain sama Dosennya sampe nangis gitu kasian deeeh , sampe akhirnya diucapin sama Bu Sisca dan kita tunjukin deh kue ultahnya dan dia tiup deh lilinnya. Yeeeeyyy rencana berhasil. Seneng banget. Dokumentasi pas acara itu nanti yaa menyusul, soalnya ada di BB nya Yuli tuh J hehehe oke Enough for Two amazing Day J LOVE YOU ASP-A J

PERTAMA TENTANG KELAS BARU


Kamis, 27 September 2012
Hari ini Kamis keempat gue jadi Mahasiswa looohh :p *ceritanya bangga* *tapi emang bangga banget hahaha :D oke deh, hari ini emang gue janjian sama beberapa temen kelasan gue buat pergi ke Mal Kepala Gading eh maap maksudnya Mal Kelapa Gading :p maap lagi seru sih. Okee, seperti biasanya kalau hari Kamis gue kuliah di Cempaka Putih, so temen gue yang bernama Dini sms gue pas malem kamis nya tuh. Dia ngajak anak kelasan buat maen ke gading. Nah disitu gue rada bingung dah Gading mana *maklum yang gue tau cuma Puri, DM, CBD, Metos, CL, CP, TA hahaha pokoknya yang deket dan pernah gue kunjungi aja deh. And then, sampailah gue di hari Kamis, matkul gue hari ini dua doing, Bisnis dan Bahasa Indonesia. Okelah kita yang janjian menyelesaikan segala mata kuliah terlebih dahulu. Nah ada cerita juga nih .. *gue kan anak bercerita*
Pas kelas Bahasa Indonesia, gue kan emang rada rusuh tuh bersama Camen (Sarah). Eh dia ke-geb tuh berisik sama dosen nya, dan langsung ditegor sampai si Camen salah tingkah hahaha :D udah gitu yah, gak sekali doing, sampe beberapa kali gitu ditegor. Kasian tuh camen bisa diinget mulu. Udah parahnya kelasan gue ini disbanding-bandingin sama kelas satunya lagi. Bête bangeeeeeet -.-
Berlanjut ke kelas ketika selesai. Kelas hari ini selesai semua tuh, gue langsung cus deh ke kamar mandi dulu. Biasa… dandan :/ dan disitulah gue tersadar kalau duit gue yang nominalnya besar itu gak gue bawa. Parah ! dan pada akhirnya apa? Gue tagihin temen-temen gue yang pada ngutang pulsa. Alhamdulillah terkumpullah sebesar tigapuluhribu. Cukup gak yaaa buat maen hari ini ?? oh ya, hari ini gue jalan sama Yuli, Dini, Sarah atau Camen, Wulan atau Nenek, Deya, Rina, dan Sari. Berangkat gue dari depan kampus naek taksi tuh. Berempatan deh dalem taksi. Taksi pertama Yuli, Nenek, Deya, sama Rina. Yang kedua itu gue, Dini, Sari dan Sarah. Nah oke deh naek taksi tuh menuju Gading. Tapi gue sempet foto tuh dalem taksi, atas request Sari juga. Nih …

Nah yang jilbab ungu itu gue, samping gue namanya Sari, dan sampingnya lagi itu yang dipanggil Camen. Hahaha kasian ya si Dini gak ikutan. Abisnya dia duduk di depan. Biar dia foto sama sopir aja :p maap din

Lanjut sampe kita semua di depan pintu menuju La Piazza. Ketemu deh sama yang naek taksi sebelumnya. Baru deh masuk. Niat mereka itu mau masuk Misteri Kapal Hantu, tapi sayangnya baru bisa masuk sana jam 5. Sedangkan Yuli, gak bisa maen lama-lama. Gue juga rada takut si kesana, Camen apa lagi -_-
Akhirnya apa ? gue dan yang lainnya jalan-jalan gitu deh menuju Mal Kelapa Gading, jalan-jalan, makan-makan. kenyang dan si Yuli rebut pengen pulang, soalnya kata dia, dia itu jarang boleh maen gitu. Jadinya dia rada was-was dan pengen cepet pulang. Okelah, kita semua niat ikutan pulang juga. Tapi pas mau sampe pintu keluar, si Camen sama Rina tiba-tiba bilang mau maen lagi dan langsung misahin diri deh. Eh trus gue sama yang lain juga pengen ikutan mereka. Akhirnya kita cuma nganter si Yuli sampe naek taksi pulang dan kita yang lainnya pergi ke dalem Mal lagi.
Ketika masuk gue langsung sms Sarah, dan Dini BBM si Rina. Oke kita ketemu dan berjalan bersama menuju La Piazza lagi. Karena MKG dan Lapiz itu nyambung jadinya enak deh tinggal jalan aja. Blm sampe Lapiz, Camen sama Rina misahin diri lagi buat pulang. Sedangkan gue dan yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju Lapiz. Sampe di Lapiz niatnya mau Photo Box, tapi gak jadi. Udah deh gue jalan menuju pintu pertama yang kita datengin tadi. Ohya lupa, maap. Pas kita fiks gak jadi ke Misteri Kapal Hantu kita berniat nonton di bioskop. Eh pas sampe bioskopnya malah gak ada film yang seru >.< payah !
Oke lanjut, kita jalan tuh dengan sisa orang, ad ague, Dini, Sari, Deya, dan Wulan. Naaah si Dini ngajakin nongkrong dulu di J.Co. okedeh maen deh tuh disana sampai sore. Ngobrol, sambil foto-foto juga. Nih …

Masih banyak sih, tapi yasudah jangan semuanya. Nanti naksir lagi :p
Selesai nyantai di Lapiz kita caw deh pulang. Nah kacau nih. Kita maen kesini, berangkat tau jalan. Pas pulang gatau jalan. Alias gak tau naek apa biar sampe rumah. Parah kan? Jalan dan jalan menuju luar. Mampir di took aksesories gitu. Naksir deh tuh gue sama kalung yang dijual. Harga nya murah juga. Yauda kita berlima beli deh tuh. Selesai belanja baru deh sibuk kepusingan cari angkot.
Andalan kita semua adalah mulut, ayo bertanya !
Nanya tuh ke setiap angkot yang lewat “Bang, Senen?” “Bang, halte Busway?”
Akhirnya kita naek angkot yang ke arah Cempaka Mas, niatnya dari sana naek Busway deh eh maksudnya TransJakarta. Nah pas gue sama yang lain udah naek, gue nekat tuh nanya sama ibu-ibu. Ini angkot kalau ke Senen sampe mananya, kan kalau gue naek angkot ini sampe Senen ongkos gue rada hemat tuh. Naah kata tuh Ibu sampai terminal tapi gue gak yakin, kalau gue diturunin di jalan gmn? Parah kan?
So… gue sama yang lainnya disaranin turun di belakang ITC Cempaka Mas, biar gue muter dan ketemu halte TJ. Alhamdulillah deh tuh gue sama yang lainnya sampe di halte TJ, langsung deh cus nunggu TJ. Gak lama si. Disini Dini misah nih, dia naek yang kea rah Harmoni dan gue langsung bablas ke Kalideres. Sip gue dan keempat temen gue lainny ini nikmatin deh duduk nyaman di busway.
Lama perjalanan kita di Busway menuju ke rumah itu bikin ngantuk, sesekali tuh memejamkan mata tapi gak bisa deh sampe pules. Hahaha udah mana di Senen itu macet sampe ada kali ya nyaris satu jam, ditambah lagi di Roxy yang macet nya sama banget. Maklum lah Jakarta kalau jam pulang kerja pasti begitu. Sekitar jam 7 lewat nyaris jam 8, gue udah sampe rumah.
Sampe di rumah gue gak lagi tuh nyantai, gue buka Laptop dan nyalin tugas Akun dr PPt ke Word, biar bisa gue print out, soalnya mau gue kumpulin hari Selasa. Takut dicetusin lagi gue sama Dosennya :/  oke fine, gue kelar ngedit gue cus ke warnet dancek email buat ngeprint dialogue bahasa Inggris besok. Gila meeeen, besok gue ada Practise English Job Interview, gue nya masih aja maen sampai malem. Untung aja pasangan interview gue rajin dengan bikin tuh dialogue. Makasii Amandaaaa :* yap itu nama pasangan interview guee J
Selesai ngeprint tugas Akun dan English, y ague baru deh bisa istirahat. Naahh cerita ini berlanjut di hari setelahnya loohhh :D yuukk jangan lupa baca lagi yaaa :p

Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part IV

Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part III                 Via Whatsapp aku mengajaknya pergi ke Puncak, enam bulan kemudian. Dia mau dan si...