Musik.
Banyak orang , bahkan tidak ada satu orang pun yang dapat hidup
tanpa nada. Ya, meskipun hanya 'do' dalam setiap perkataannya.
Kalau dipikir, dari 8 nada dasar itu berarti banyak bukan ? Kalau
bahas 8, terlintas sahabat-sahabat gw. Yasudah! Lupakan sebentar !
Ya, saya termasuk orang yang suka mendengarkan musik. Agak
membingungkan. Ada saatnya saya menyukai musik melow, ada juga saat
untuk musik yang membuat seluruh badan saya bergoyang.
Saya ingat, waktu saya duduk di bangku SD. Tepatnya klas 4 SD. Saya
dikenalkan oleh guru saya, wali kelas tepatnya, yang sekarang... Sudah
jadi Almarhumah. R.I.P My Beloved Teacher (ˇʃƪˇ)
Ya saat itu saya dikenalkan pada dunia tari, awal dimana saya
mengenal musik-musik dance, sehingga saya sampai saat ini menyukai dua
hal itu. Musik dan Tari. Mulai saat itu, saya adalah seorang penari,
penari tari tradisional. Berganti menjadi tari modern. Bahkan saya ingat
betul saya pernah ikut lomba dance yang lumayan keren banget. Dimana
saya melihat berbagai macam koreografi. Hal itu membuat saya terus
menari hingga sekarang, walaupun hanya depan cermin lemari.
Selepas SD, dan saya meneruskan SMP, ketika di pertengahan masa SMP,
saya memutuskan untuk menjadi saya yang sekarang dengan semua keindahan
yang berbatas untuk duniawi. Dan saat itulah saya berhenti untuk obsesi
saya untuk menjadi seorang dancer. Sampai saat ini, tidak banyak orang
yang tau saya menyukai bahkan sangat menyukai hal itu. -tapi mungkin
setelah membaca ini, orang akan tau-
Itu alasan saya tentang saya yang suka musik yang membuat seluruh
anggota tubuh bergerak.
Saya mengoleksi beberapa lagu yang menjadi andalan saya ketika saya
MENEMUKAN SATU TITIK.
Menemukan Satu Titik- adalah ungkapan yang sering saya keluarkan
ketika saya sudah mulai mau menari, maksudnya bergerak.
Saya sering mengalami hal itu ketika earphone terpasang pada
handphone dan musik yang terputar adalah musik yang sedikit nge-bit.
Saya akan memulainya dengan menutup mata -tidak selalu tapi sering- lalu
mulailah saya seperti saya yang sebenarnya. Itulah satu titik dimana
saya merasakan akan diri saya yang sebenarnya. Tanpa manipulasi dan
dengan kesungguhan.
Faktanya, saya akan mengurangi minimal 10 persen dari beban fikiran
saya ketika saya sudah mulai semangat dan terus bergerak. Dan saya pun
tidak tau, sampai kapan saya seperti ini --
Melihat apa yang dilihat. Memikirkan apa yang terlintas. Menulis apa yang ingin ditulis.
Rabu, 30 Januari 2013
Jonas, Amel, Eros
Beberapa waktu yang lalu saya melontarkan sebuah kisah tentang
seorang perempuan ketika dia berada pada situasi akhir masa SMA nya
kepada teman-teman saya.
Ceritanya begini, intinya saja sih seperti ini.
Jadi perempuan ini punya teman di kelas, gendernya laki-laki nih. Nah sebutlah laki-laki itu namanya Jonas dan si perempuan namanya Amel.
Pada akhir masa sekolah, Jonas berkata kepada Amel. Entah itu serius atau hanya bercandaan. Yang pasti kata-kata itu membuat Amel merasa terikat, terkejut, bahagia, sekaligus sedih. Begitu complicated sepertinya. Jonas berkata 'suatu hari nanti, elu buat gue'.
Seiring berjalannya waktu, Jonas sering kali mmberi beberapa tanda yang memperkuat perkataannya tadi. Dan sebagai perempuan yang memang secara alamiah memiliki kesensitifan yang lebih, Amel merasa dirinyalah yang akan mendampingi Jonas kelak.
Berlarut waktu habis, habis pula masa SMA mereka. Terpisahkan oleh jalan yang berbeda. Sama-sama kuliah, tapi mereka terpisahkan universitas. Biasa lah ya.
Ketika saya menceritakan itu pada teman-teman kuliah saya, mereka bilang memang itu tandanya si Amel sudah 'ditaken' oleh Jonas. Yang artinya rasa terikat Amel itu memang nyata.
Kabarnya sih, sampai beberapa bulan Amel menjalani dunia perkuliahan yang barunya itu, Amel masih merasakan keterikatan kata-kata Jonas. Padahal Amel ini sering sekali 'stalking' ( bahasa anak zaman sekarang ) terhadap akun-akun jejaring sosial Jonas. Dan Amel sering pula kedapatan kalau Jonas mungkin sudah melupakan perkataannya waktu itu ke Amel.
Dan yang terlihat sekarang memang Amel merasa tersiksa mungkin. Kalau diperhatikan, Amel ini memang tidak cantik. Tapi ada di satu sisi dari dirinya yang membuat beberapa orang disekitarnya, terutama laki-laki merasa 'interest' terhadap apa yang ada pada dirinya. Laki-laki yang mendekatinya, berusaha untuk pendekatan hingga bisa meraih rasa suka dari Amel, itu banyak. Bahkan beberapa dari mereka yang mendekati Amel belakangan ini pun membuat Amel tertarik untuk melepaskan perkataan Jonas dan berpaling ke yang lain. Tapi disini masalahnya, 'ke-ter-i-ka-tan' yang dibuat Jonas itu membayangi langkah maju Amel. Berusaha melawan supaya bisa singgah ke orang lain yang sedang memperhatikannya. Gagal, gagal, kemudian gagal. Selalu ada bayangan kata-kata Jonas itu ceritanya.
Sampai akhirnya, waktu itu terlihat Amel membuat status pada akun jejaring sosialnya yang berisi 'tolong ikhlaskan, aku lelah bertahan. Aku ingin menikmati masa mudaku. Aku ingin seperti teman-temanku yang saat ini menjalin hubungan dengan orang lain. Mohon ikhlaskan' , terlihat lelah sekali bukan? Tapi apa yang terjadi?
Mungkin iya, perkataan Jonas itu adalah 'ikatan'. Buktinya, setelah Amel melontarkan kalimat itu, ia merasa beda. Nih, terlihat dari salah satu percakapan Amel dengan temannya, sebutlah namanya Eros. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pendekatan. Hanya melalui kata-kata perhatian dan gombalan dari obrolan teks mereka, Amel merasa bahagia. Ia mulai merasakan rasa suka terhadap Eros.
Ya, mungkin Jonas memahami, hingga Amel dapat merasakan bebas untuk menjalani hidup. Masa muda datang sekali, katanya, jangan dihabiskan untuk menunggu saja tanpa menikmati. Rasakan apa yang ada di sekeliling, jangan menutup. Buka hati, buka pikiran, buka perasaan. Masih lama untuk membicarakan keseriusan.
Begitulah ujarnya. Tapi sejujurnya, cerita ini benar-benar tidak seperti nyata. Hanya sebuah harapan atau ungkapan tak pasti. Ya sudahlah, namanya juga anak muda.
Ceritanya begini, intinya saja sih seperti ini.
Jadi perempuan ini punya teman di kelas, gendernya laki-laki nih. Nah sebutlah laki-laki itu namanya Jonas dan si perempuan namanya Amel.
Pada akhir masa sekolah, Jonas berkata kepada Amel. Entah itu serius atau hanya bercandaan. Yang pasti kata-kata itu membuat Amel merasa terikat, terkejut, bahagia, sekaligus sedih. Begitu complicated sepertinya. Jonas berkata 'suatu hari nanti, elu buat gue'.
Seiring berjalannya waktu, Jonas sering kali mmberi beberapa tanda yang memperkuat perkataannya tadi. Dan sebagai perempuan yang memang secara alamiah memiliki kesensitifan yang lebih, Amel merasa dirinyalah yang akan mendampingi Jonas kelak.
Berlarut waktu habis, habis pula masa SMA mereka. Terpisahkan oleh jalan yang berbeda. Sama-sama kuliah, tapi mereka terpisahkan universitas. Biasa lah ya.
Ketika saya menceritakan itu pada teman-teman kuliah saya, mereka bilang memang itu tandanya si Amel sudah 'ditaken' oleh Jonas. Yang artinya rasa terikat Amel itu memang nyata.
Kabarnya sih, sampai beberapa bulan Amel menjalani dunia perkuliahan yang barunya itu, Amel masih merasakan keterikatan kata-kata Jonas. Padahal Amel ini sering sekali 'stalking' ( bahasa anak zaman sekarang ) terhadap akun-akun jejaring sosial Jonas. Dan Amel sering pula kedapatan kalau Jonas mungkin sudah melupakan perkataannya waktu itu ke Amel.
Dan yang terlihat sekarang memang Amel merasa tersiksa mungkin. Kalau diperhatikan, Amel ini memang tidak cantik. Tapi ada di satu sisi dari dirinya yang membuat beberapa orang disekitarnya, terutama laki-laki merasa 'interest' terhadap apa yang ada pada dirinya. Laki-laki yang mendekatinya, berusaha untuk pendekatan hingga bisa meraih rasa suka dari Amel, itu banyak. Bahkan beberapa dari mereka yang mendekati Amel belakangan ini pun membuat Amel tertarik untuk melepaskan perkataan Jonas dan berpaling ke yang lain. Tapi disini masalahnya, 'ke-ter-i-ka-tan' yang dibuat Jonas itu membayangi langkah maju Amel. Berusaha melawan supaya bisa singgah ke orang lain yang sedang memperhatikannya. Gagal, gagal, kemudian gagal. Selalu ada bayangan kata-kata Jonas itu ceritanya.
Sampai akhirnya, waktu itu terlihat Amel membuat status pada akun jejaring sosialnya yang berisi 'tolong ikhlaskan, aku lelah bertahan. Aku ingin menikmati masa mudaku. Aku ingin seperti teman-temanku yang saat ini menjalin hubungan dengan orang lain. Mohon ikhlaskan' , terlihat lelah sekali bukan? Tapi apa yang terjadi?
Mungkin iya, perkataan Jonas itu adalah 'ikatan'. Buktinya, setelah Amel melontarkan kalimat itu, ia merasa beda. Nih, terlihat dari salah satu percakapan Amel dengan temannya, sebutlah namanya Eros. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pendekatan. Hanya melalui kata-kata perhatian dan gombalan dari obrolan teks mereka, Amel merasa bahagia. Ia mulai merasakan rasa suka terhadap Eros.
Ya, mungkin Jonas memahami, hingga Amel dapat merasakan bebas untuk menjalani hidup. Masa muda datang sekali, katanya, jangan dihabiskan untuk menunggu saja tanpa menikmati. Rasakan apa yang ada di sekeliling, jangan menutup. Buka hati, buka pikiran, buka perasaan. Masih lama untuk membicarakan keseriusan.
Begitulah ujarnya. Tapi sejujurnya, cerita ini benar-benar tidak seperti nyata. Hanya sebuah harapan atau ungkapan tak pasti. Ya sudahlah, namanya juga anak muda.
Ada Kamu Lagi Ada
Aku tau, aku sayang sama kamu. Aku pun tau, aku gak mau kehilangan
kamu. Aku tau, kamu selalu ada di pikiran aku. Aku juga tau kali, kalau
aku selalu mengharapkan kamu. Aku benar-benar tau kalau aku memang
menginginkan kamu jadi yang terakhir buat aku.
Nah, itu dia. Aku ingin kamu jadi yang terakhir. Aku ingin itu sekarang, saat aku masih berumur delapan belas tahun. Aku ingin kamu adalah berasal dari tulang rusuk siapa aku ini.
Nah itu dia. Aku masih berumur delapan belas. Masih belasan. Aku masih ingin menikmati hidup aku. Aku mau menguburmu di satu sisi hati ini, dimana aku simpan sebagai rahasia Tuhan. Aku masih ingin menikmati masa remajaku. Bersama teman-teman sebaya. Tertawa membicarakan pria. Bukan hanya kamu. Mereka, beberapa orang di sekitarku.
Tolong, ikhlaskan aku merasakan itu semua. Jangan selalu buat aku mencegah datangnya semua. Biarkan mereka bahagia dengan bahagiaku. Bukan kamu yang memenjarakanku. Ikhlaskan aku, aku mohon. Agar aku pun tenang menjalani semua ini.
Aku masih ingin loh punya pacar, bukannya bersiap menunggu kamu yang masih lama lagi menjadi milikku. Ini aku serius. Kamu masih selalu dalam pikiranku, dalam doaku, dalam ucapannku. Aku inginkan itu juga. Tapi masih terlalu dini untuk menjaganya.
Tolong, jangan datangi pikiran aku lagi. Tolong....
Nah, itu dia. Aku ingin kamu jadi yang terakhir. Aku ingin itu sekarang, saat aku masih berumur delapan belas tahun. Aku ingin kamu adalah berasal dari tulang rusuk siapa aku ini.
Nah itu dia. Aku masih berumur delapan belas. Masih belasan. Aku masih ingin menikmati hidup aku. Aku mau menguburmu di satu sisi hati ini, dimana aku simpan sebagai rahasia Tuhan. Aku masih ingin menikmati masa remajaku. Bersama teman-teman sebaya. Tertawa membicarakan pria. Bukan hanya kamu. Mereka, beberapa orang di sekitarku.
Tolong, ikhlaskan aku merasakan itu semua. Jangan selalu buat aku mencegah datangnya semua. Biarkan mereka bahagia dengan bahagiaku. Bukan kamu yang memenjarakanku. Ikhlaskan aku, aku mohon. Agar aku pun tenang menjalani semua ini.
Aku masih ingin loh punya pacar, bukannya bersiap menunggu kamu yang masih lama lagi menjadi milikku. Ini aku serius. Kamu masih selalu dalam pikiranku, dalam doaku, dalam ucapannku. Aku inginkan itu juga. Tapi masih terlalu dini untuk menjaganya.
Tolong, jangan datangi pikiran aku lagi. Tolong....
Rabu, 02 Januari 2013
from my twitter
kita tumbuh bersama. Kamu melihatku beranjak dari anak2 menuju remaja, 11 Desember 2012
sekarang aku pun ingin beranjak dari remaja menuju pribadi yang seperti wanita biasanya. Memangnya salah? , 11 Desember 2012
aku gak berlebihan. Aku cuma ingin ada perubahan. Lebih dewasa untuk mencintaimu , 11 Desember 2012
dan ketika denting piano itu terhenti. Maka aku akan siap untuk menerima semua keindahan takdir Tuhan, 12 Desember 2012
eh, yang aku pernah denger... Keajaiban itu ada loh , 12 Desember 2012
17 Desember 2012
Matanya yang ku lihat ketika aku memergokinya sedang melihatku juga. Memang membuat hati semakin hanyut
Hidungnya yang mancung memang menawan dan memukau
Mulut kecil dan bibirnya yang merah memang sangat cocok berada di wajah bijaknya
Senyumnya. Menusuk setiap detik yang hampir tak ingin ku lewatkan
Ya aku memperhatikan semua itu. Sedetail mataku memandang setiap lekuk si wajahnya
26 November 2012
dont leave me alone please. The feeling more strange I feel alone :( and I am afraid
I just need the meeting. One day full of you. Anything only you and me. We do more than yesterday, I this missing will be end. I promised.
25 November 2012
listen the instrument and you will understand me
"Dear Syarifah Mudarsih. With any faithfully I ask you to marry me" | "yes, I do" lOl
sekarang aku pun ingin beranjak dari remaja menuju pribadi yang seperti wanita biasanya. Memangnya salah? , 11 Desember 2012
aku gak berlebihan. Aku cuma ingin ada perubahan. Lebih dewasa untuk mencintaimu , 11 Desember 2012
dan ketika denting piano itu terhenti. Maka aku akan siap untuk menerima semua keindahan takdir Tuhan, 12 Desember 2012
eh, yang aku pernah denger... Keajaiban itu ada loh , 12 Desember 2012
17 Desember 2012
Matanya yang ku lihat ketika aku memergokinya sedang melihatku juga. Memang membuat hati semakin hanyut
Hidungnya yang mancung memang menawan dan memukau
Mulut kecil dan bibirnya yang merah memang sangat cocok berada di wajah bijaknya
Senyumnya. Menusuk setiap detik yang hampir tak ingin ku lewatkan
Ya aku memperhatikan semua itu. Sedetail mataku memandang setiap lekuk si wajahnya
26 November 2012
dont leave me alone please. The feeling more strange I feel alone :( and I am afraid
I just need the meeting. One day full of you. Anything only you and me. We do more than yesterday, I this missing will be end. I promised.
25 November 2012
listen the instrument and you will understand me
"Dear Syarifah Mudarsih. With any faithfully I ask you to marry me" | "yes, I do" lOl
Jumat, 16 November 2012
THE BLUE ARMY (OSIS 2010-2011)
Ketua Umum : Eka Puja Darmawan
Wakil Ketua Bid. Agama : Rizky Aditya Midjil Pamungkas
Sekretaris Umum : Alpia
Sekretaris 1 : Andini Endang Setyawati
Bendahara : Aal Awaliah
Humas 1 : Syarifah Mudarsih
Humas 2 : Dendy Dwi Gandra
7K 1 : Nazlyna Sungkar
7K 2 : Sutiawan
Ketua Bidang Keagamaan : Bachtiar Hidayat
Ketua Bidang Akademik Politik : Muhammad Riyanto
Ketua Bidang Kebangsaan : Nur Syarafina Dini
Ketua Bidang Kesenian : Abdullah Edwin Arieputra
Ketua Bidang Olahraga : Ahmad Baidowi
Kasi Rohani Islam : Dwi Linda Mardiyanti
Kasi Rohani Kristen : Rutikah
Kasi Bahasa Inggris : Anggi Saputra
Kasi Bahasa Jerman : Ayu Novia Aryanti
Kasi Mading : Eka Nur Yuniar
Kasi KIR Penelitian : Nurrachmawati
Kasi Pecinta Alam : Palupy Aprilianita Handinny
Kasi Paskibra : Nia Permatasari
Kasi Pramuka : Siti Fathonah Nuzul Yati
Kasi PMR : Islami Dian Pertiwi
Kasi Paduan Suara : Intan Fitriana
Kasi Teater : Redina Dhitamaya
Kasi Sepak Bola : Abdul Aziz
Kasi Basket : Muhammad Fadhly
Kasi Volly : Adi Kurniawan
Kasi Karate : Shinta Winahyu Dewanti
Kasi Taekwondo : Putri Nurdiyanti
LDKS tanggal 5 – 7 Juli 2010
@Cisarua, Jawa Barat
Cuplikan di LDKS..
Rabu, 07 November 2012
Tentang Si Strong (temen gue)
Ini cerita tentang teman saya, saya berteman dengan dia sudah 2 tahun lebih. Dia ini perempuan, tomboy, suaranya itu loh yang ‘WOW’ banget kalau teriak. Sebutlah nama dia Tina. Hihi :D kayak tooh perempuan di film-film Bollywood yah? Tapi, gak dong. Gak mungkin ceritanya seperti film-film Bollywood. Hahaha :D
Singkat saja, ketika kami bersama-sama di kelas 12, tepatnya ketika sudah detik terakhir masa SMA lah. Si Tina ini merasakan masa PDKT atau Pendekatan dengan seorang cowok. Cowok itu juga saya kenal sejak kelas 2, karena dia begitu akrab dengan anggota organisasi sekolah yang cowok pastinya. Ya saya kasih nama Anam. Nah, disini pertama kali deh kasus lucu ini membuat saya geregetan.
Saat itu, Tina dan Anam memang menjalin hubungan yang sangat deat. Bahkan Tina sering menceritakan tentang kedekatan mereka itu sudah sampai di keluarga Tina. Ya, deket bangetlah untuk hubungan tanpa status (HTS) itu. Tapi, ya itu dia. Hanya hubungan tanpa status.
Alasan Anam yang waktu itu diceritakan Tina sama saya adalah… “tidak mau pacaran sebelum diterima di PTN” yap… okelah itu sedikit… lebih baik mungkin. Faktanya, disisi lain. Mantan dari Ana mini, tiba-tiba mencoba mendekati Anam lagi. WOW… hahaha :D Naaaah, inilah lucunya yang sampai geregetan. Mantan dari Anam sudah lama memasang status “in relationship” dengan seseorang yang saya juga gak tau itu siapa. Siapa peduli juga ? tapi… mantannya ini (ya sebutlah namanya Tika) mulai mendekati Anam, yang sebenernya saat itu sedang menjalin hubungan dekat tanpa status dengan temen saya, Tina. Jelas dong itu si Tika nyebelinnya bukan main? Secara, dia sudah punya pacar gitu, kenapa masih ganggu mantannya yang sedang dekat cewek lain. Keliatan maruknya kan? Gak mau kehilangan cowok? Iyuuuuh :p
Kasihannya, tadinya saya mau mengucapkan itu untuk Tina, tapi, yang semestinya diberi ucapan itu si Tika. Yasudahlah, kasihannya si Tika ini terus saja bertingkah seperti cewek yang gak punya harga diri. Terlihat jelas di setiap status yang dia update di jejaring social. Dan itu… mengganggu aktivitas saya di jejaring social itu. Huh >.< Tika Tika :D
Sekarang, temen saya yang bernama Tina ini sudah mulai tidak menjalin hubungan dan bahkan sudah jarang berkomunikasi dengan Anam. Jelas, teman saya ini laris manis di kampusnya. Banyak cowok yang senang berteman dengan Tina. Ya mungkin karena faktor tomboy yah, bukan karena Tina ini genit. Sorry, teman saya gak mungkin genit sama cowok orang.
Bicara dengan genit sama cowok orang, nyambung nih sama pengalaman Tina selanjutnya.
Sejak Tina gak berhubungan dekat lagi sama Anam, kemudian Tina juga pandai bergaul dengan teman-teman baru di kampusnya, Tina juga mendapatkan teman dekat baru. Banyak sekali (menurut cerita Tina). Saya saja sampai iri, ingin sekali dikenali dengan salah satu teman cowoknya itu. Hahaha :D
Dari sekian banyak yang deketin, Tina hanya kecantol sama seorang cowok. Naah, cowo ini Tina kasih tau saya dari foto. Katanya sih mirip salah satu vokalis band (memang benar), bandnya pun salah satu band yang saya sangat sukai. Hehehe :p
Lama Tina gak pernah cerita sama saya. Eh akhirnya dia cerita ketika dia malah sudah putus dengan cowok itu. Apa? Sudah putus? Kapan jadiannya? Hahaha :D
Yaa beberapa hari yang lalu Tina jadian sama cowok itu. Ternyata eh ternyata. Ketika Tina jadian sama cowok itu, ada cewek genit yang ganggu hubungan mereka yang baru berjalan 3 hari, dan berakhir putus.
Cerita Tina nih. Jadi cewek lainnya itu, ya panggilannya siapa ya? Diva aja deh. Anggaplah tuh cewek namanya Diva. Nah si Diva ini emang awalnya suka sama cowoknya Tina itu. Yang ini namanya siapa ya? Aray deh. Haha :D nah si Diva emang awalnya suka sama Aray, tapi sayangnya Diva ini sudah bertunangan sama seorang cowok gitu. Yooo sudah tunangan? Masih mau ngejar cowok lain? Mending tunangannya gue ambil saja ya :D *abaikan*
Okehnih, suka kan? Diva lepas nih si Aray, karena ingat dengan tunangannya. Selain itu, Diva juga punya gebetan lain. Alamaaaak?? Perempuan macam apa ini? Napsu banget ya sama cowok. Hahahaha :D *sudah sudah -.-
Diva melepas Aray, mulai si Tina mendekati Aray. Aray merespon sip, jadian deh sama Tina. Pas jadian sama Tina, ini si Diva datengin si Aray lagi nih. Kacau bukan? Tina, diem saja. Sampai mana Diva berani bermain api. Tunggu saja. Tunggu sampai Tina sakit hati? Huh enak saja! Tapi benar, Tina keburu putus dan sakit hati sama Aray dan Diva. Naah, malam itu, saya diberi tugas oleh Tina untuk manas-manasin Diva, via jejaring social nih. Seru nih. Saya mulai deh perbincangan antara saya, Tina, dan Diva. Perang dingin. Hahaha :D sampai akhirnya Diva mengajak Tina ketemuan di kampusnya, katanya ingin membicarakan sesuatu. Hihihi ya sudah, sampai sini lah. Mungkin si Diva berasa kali ya sudah menyakiti temannya sendiri. Padahal kata Tina, dia dan Diva itu memang sangat dekat di kampus. Nah, jahat bukan si Diva?
Kalau begitu, urusannya sama saya apa dong? Entah karena empati sama Tina atau murni saya membenci sifat dua cewek yang mengganggu teman saya itu, yang pasti saya jadi membenci Tika maupun Diva. Masa bodoh, gak masalah. Hahahaha :D hanya saja ya seperti itu, setiap dua perempuan itu muncul di halaman jejaring social saya, saya jelas langsung berhenti beraktivitas di jejaring social. Iyyuuuuh, jijik :p *sebenernya soal Diva, saya juga sebelumnya pernah cemburu sama perempuan ini karena…. * RAHASIA :D :D :D :D
See You :* muah muah muah
Tentang Kenek Perempuan
Selasa, 06 November 2012
Postingan kali ini saya akan membahas tentang sesuatu yang saya amati pagi ini. Sesuatu yang sederhana, tapi cukup mengerutkan kening saya.
Seperti biasa, saya berangkat kuliah jam setengah 7 pagi, berjalan kaki menuju jalan raya supaya bisa naik angkutan umum menuju kampus. Seperti biasanya lagi, saya menunggu di sebuah jembatan. Menunggu dengan waktu yang cukup lama, karena saya memilih angkutan yang tidak banyak penumpangnya. Karena saya malas untuk berdiri selama perjalanan menuju kampus.
Sekitar lima belas menit saya menunggu, akhirnya saya mendapatkan angkutan umum yang saya inginkan. Saya naikilah angkutan itu, kemudian saya mencari tempat duduk yang masih kosong, sehingga saya dapat menikmati perjalanan yang nyaman ini.
Sejak saya melihat angkutan ini, saya juga melihat sosok perempuan yang kelihatannya sudah tua, tapi ya gak tua banget sih. Mungkin kepala tiga (umurnya). Dari gaya nya dia adalah seorang kenek angkutan umum yang saya naiki ini. Selain itu, memang sejak awal dia berdiri saja di pintu. Ok, ya benar dia kenek angkutan umum ini. Jelas tertebak saat dia menagih ongkos perjalanan saya.
Sebenarnya, bukan hal yang luar biasa yang saya ketahui tentang perempuan yang berprofesi menjadi kenek angkutan umum. Bahkan, karena sekarang negeri saya ini telah diemansipasikan kaum perempuannya oleh seorang tokoh bersejarah, banyak perempuan di negeri ini memiliki profesi yang seharusnya dimiliki oleh kaum adam atau laki-laki. Yap, semua karena emansipasi.
Saya akan membahas tentang yang dilakukan perempuan yang berprofesi menjadi kenek angkutan umum yang saya naiki ini. Hal ini sedikit membuat saya ingin tertawa dan mengerutkan kening. Tepatnya saya mengerutkan kening terlebih dahulu, kemudian tertawa.
Ketika perjalanan saya sudah sampai setengahnya, saya mendengar perempuan kenek itu berteriak kepada supir angkutan umum ini. Tepatnya saya tidak tau, ya seperti … “Itu *menyebut nomor angkutan lainnya* mau ngejar”. Saya pun memperhatikan kejadian itu. Sang supir tidak menjawab, ia hanya melirik keadaan melalui kaca yang ada di depan kemudinya.
Jadi begini, mungkin banyak orang tau istilah “rapat” dalam silsilah perangkutan umuman *sedikit ribet ya mengucapnya?*. nah, ucapan dari perempuan tadi lah yang menunjukkan istilah ini. Oh gini deh, kalau memang kurang jelas dengan istilah “rapat”, saya akan menjelaskannya sedikit.
ð Rapat dalam perangkutan umuman berarti “Jika di depan atau di belakang angkutan yang sedang beroperasi di jalan, ada angkutan lainnya, entah dengan nomor yang sama atau pun beda, ataupun memiliki tujuan akhir yang saling berdekatan, kemudian angkutan lainnya tersebut berada tidak jauh dari…” ah pusing saya. Jadi gini aja deh. Ketika mobil A ada di jalan M, kemudian mobil B berada di jalan N, sedangkan jalan M dan jalan N hanya berjarak 100 meter, maka timbullah istilah “rapat” itu. Artinya, seharusnya jarak antara mobil A dan mobil B adalah lebih dari 100, bisa 150 atau 200 meter di depan atau di belakang. Karena biasanya kalau jarak berdekatan antar angkutan, akan menimbulkan kebut-kebutan untuk dulu-duluan mendapatkan sewa atau penumpang. Logikanya sih penumpang atau orang itu kan gak setiap menit ada dan menunggu di tempat yang sama. Nah jadi, antara mobil A atau mobil B itu harus saling menjauhkan jarak. Ya kurang lebih begitulah.
Lanjut.
Ternyata supir angkutan yang saya naiki ini merespon dengan mulai mengebut dan berusaha menjauhkan jarak dengan angkutan yang dilaporkan si supir tadi. Eh gak disangka ketika angkutan ini mulai berjalan dengan cepatnya, di depan angkutan ini ada angkutan lain. Dan sudahlah, terjadilah kebut-kebutan antara dua angkutan ini. Jelas ini membuat penumpang panik, termasuk saya. Tapi, saya memang mencoba menahan saja.
Nah, inilah yang terjadi. Ketika angkutan ini berada sekitar 2 meter di belakang angkutan yang di depannya itu, saya melihat si kenek perempuan ini menggenggam besi pintu angkutan, ia keluarkan bagian belakang tubuhnya, kemudian berteriak kepada kenek angkutan yang lainnya itu, dan yang membuat saya terkejut adalah… perempuan ini menggoyangkan pinggulnya yang berada di sebagian luar angkutan sambil meledek kenek lainnya itu. Dan ‘wow’ kenek lainnya yang berjenis kelamin laki-laki dan sedikit lebih tua wajahnya dari kenek perempuan ini, membalas goyangan pinggul si kenek perempuan. Saya sempat mengerutkan kening saya, kemudian rasa tawa itu mulai keluar. Tapi jelas saya tahan, karena saya sadar saya bisa tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu. Aneh! Ingin sekali saya mengeluarkan kamera dan merekam kejadian itu. Tapi, ya saya tidak bisa. Aplikasi tidak mendukung.
Huh, benar-benar kejadian itu membuat saya lebih banyak tersenyum pagi ini :D
Langganan:
Postingan (Atom)
Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part IV
Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part III Via Whatsapp aku mengajaknya pergi ke Puncak, enam bulan kemudian. Dia mau dan si...
-
Read Part I -> Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part I Setahun berlalu dengan banyak perseteruan dan kebahagiaan yang tidak...
-
Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part II “Hari ini aku sidang tugas akhir nih. Kamu yang kampusnya ga jauh dari sini, gak mau support aku?”...
-
Ratusan pasang mata menatapnya. Beberapa cibiran terlontar padanya. Namun, tidak sedikit pujian tertuju padanya. Entah kare...
