You will always be the most desire I want to achieve. I will always expect you to be the last. though now I do not like that night when I told you. but calm, careful and my future is yours. You are the future leaders of our small family for me and is always there in my dreams.
Melihat apa yang dilihat. Memikirkan apa yang terlintas. Menulis apa yang ingin ditulis.
Jumat, 07 Maret 2014
Sabtu, 22 Februari 2014
Jumat, 14 Februari 2014
Cinta Itu...
Cinta itu…
Sesuatu yang sulit dijelaskan. Sesuatu
yang gak bisa direncanain yang datang dengan tiba-tiba. Suatu perasaan yang
berkeinginan keras untuk memiliki. Jika sudah dimiliki, orang yang merasakan
cinta itu akan selalu menjaga dan gak mau untuk kehilangan. Jika sampai
kehilangan, orang itu akan sangat kecewa, kaena cinta adalah bagian dari
hidupnya yang gak bisa dilepaskan. Sesuatu yang harus dijaga sampai akhir
hayat. Perasaan yang gak boleh diduakan, kukuh dengan satu pilihan. Dan cinta
adalah buah hasil kerja keras seorang anak adam. Cinta adalah hak setiap
manusia untuk ia rasakan. Yang gak bisa dikurangi, namun bisa dilebihi. Sesuatu
yang diraih dengan cara apapun, dari cara yang wajar hingga kurang ajar. Sesuatu
yang menjadi impian setiap orang. Sesuatu yang dicurahkan dari kasih sayang dan
kepatuhan atas apa yang diinginkannya. Cinta itu abadi, gak akan pernah hilang,
hanya saja sering menjadi kenangan. Sesuatu yang bisa mengeluarkan air mata,
darah, keringat, pengorbanan demi kebahagiaan sejati. Sesuatu yang dapat
membuat orang menjadi gila dan kecanduan. Namun, bisa juga membuat orang
girang, berkhayal, dan kesenangan yang gak tertandingi. Cause Love Is
Everything
Sabtu, 01 Februari 2014
Untitled-
Tak ingin membohongi perasaan
ini. aku memang suka, bahkan sayang. Sayang melebihi seorang teman. Ingin hati
memilikinya. Namun, memang sulit mewujudkannya.
Aku memanglah bukan manusia
sempurna yang mampu meraih cintanya. Aku menyayanginya tulus dari hatiku.
Mungkin, aku bisa bicara bahwa aku tegar, aku dapat menerima semua keputusan
yang ia cetuskan. Tapi aku pun tak ingin munafik. Aku sedih. Apapun yang ia
lakukan aku ingin mengetahuinya.
Bantu aku menerima semua ini…
Aku ingin dia menjadi milikku selamanya,
jika itu suatu hari nanti…
-revisi: 14 November 2010-
Maaf, Aku Jatuh Cinta Kamu. Teman.
Akhirnya kini dapat aku rasakan.
Betapa merintis hati ini mendengar kabar buruk itu. Sesungguhnya itu kabar yang
membahagiakan. Namun, cukup menyakiti hati ini.
Hujan pun datang. menandai betapa
terlukanya hati ini. mungkin, ia sedang bersenang disana. Tetapi aku menangis
karena merasa tersakiti.
Sejak awal, memang ini salahku.
Mengkhianati arti sebuah pertemanan. Namun, apa dayaku. Ketika cinta itu
datang. seandainya kamu tau, rasa ini sungguh sangat menyakiti. Tiada arti
hanya sebuah luapan emosi. Hidup ini serasa hampa, ketika cerita hanya tinggal
sebuah kenangan.
Benar-benar salahku. Terlalu
mempercayai apa yang kamu katakan. Terlalu sulit untuk aku lupakan. Dan kini
aku hanya mampu menyesali dan menangisi.
-revisi: 14 November 2010-
Terima Kasih
Aku gak suka perpisahan.
Aku gak pernah mau hal ini aku ungkapkan. Aku bahkan masih kuat dengan pendirianku untuk mempertahankan ini. Percayalah, aku juga gak mau semua ini berakhir begitu aja. Tanpa aku, kita, saling bicara, saling mengungkapkan hal-hal yang semestinya kita bahas sejak lama. Aku juga masih mau berada di samping kamu, mendukungmu, memberi perhatian ke kamu, mendoakanmu, melihatmu dengan impian kamu yang akan mulai kembali kamu perjuangkan. Aku masih ingin mengucapkan selamat dengan kata spesial sebagai orang spesial. Aku juga ingin kamu lihat aku melambaikan tangan mengucapkan 'hati-hati' dan 'jangan lupa hubungi aku ya'. Jujur, aku masih menginginkan semua itu. Saat dimana mungkin hubungan ini terasa sangat spesial dan penuh dengan lebih dari sekedar kata romantis. Dimana kita saling mendukung dan saling mendoakan. Aku menginginkannya.
Tapi perlu kamu tau, semua keinginan itu sudah terkikis. Sudah rapuh. Sudah terhapus. Ketika aku merasa sudah lelah bertahan. Ketika aku sudah tidak kuat menahan air mataku agar gak keluar. Ketika aku sudah berhenti berfikir normal. Semua itu keluar dari mulut, dari hati, dari pikiran begitu alaminya. Tanpa sedikit pun terlintas segala keinginan itu. Mungkin benar, aku sudah sangat lelah hingga aku sakit hati dan benar-benar merasakan kekecewaan atas sikap kamu kali ini. Yang sebenarnya diperkuat juga dengan kekecewaan-kekecewaan lainnya yang sudah terpendam sejak lama. Yang selalu saja aku tutupi dengan kata 'yaudalah, semua akan baik-baik saja kok'. Ketika sekarang, aku rasa semua sudah mencapai puncaknya, aku sendiri yang meruntuhkan pertahananku. Dan terakhir, aku hanya bisa mengucapkan terima kasih. Ternyata aku bukan perempuan yang kuat dan pandai, yang mungkin seharusnya memilih untuk berbicara dengan apa adanya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang selalu kita bungkam ini. Ternyata aku adalah seorang perempuan yang lemah, rapuh, dan bodoh. Itu saja. Terima Kasih
Langganan:
Postingan (Atom)
Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part IV
Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part III Via Whatsapp aku mengajaknya pergi ke Puncak, enam bulan kemudian. Dia mau dan si...
-
Mari bersoraaaaaak !!! Say A ! Say Wooo! Libur telah tiba, libur telah tiba, simpanlah tas dan buku mu, lupakan keluh ke...
-
Aku wanita yang menyukai keindahan. Aku taburkan bibit-bibit keindahan di teras rumahku. Yang selalu kuinginkan, setiap pagi, sebelum aku b...
-
Read Part I -> Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part I Setahun berlalu dengan banyak perseteruan dan kebahagiaan yang tidak...



