Lagu ini membawaku mengingat malam singkat pertemuan kita di pertengahan minggu. Suasana ramai disana menghantarkanku justru pada rasa damai. Aku merasakan sesuatu mengetuk hatiku dan berbicara bahasa kalbu. Kamu memintanya masuk ke dalam benakku. Tapi, sebuah gejolak menyambarku dan membangunkanku pada kenyataan bahwa aku sudah mencintai orang lain yang saat itu masih memayungiku di bawah langit abu-abu.
Melihat apa yang dilihat. Memikirkan apa yang terlintas. Menulis apa yang ingin ditulis.
Senin, 08 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part IV
Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part III Via Whatsapp aku mengajaknya pergi ke Puncak, enam bulan kemudian. Dia mau dan si...
-
Ratusan pasang mata menatapnya. Beberapa cibiran terlontar padanya. Namun, tidak sedikit pujian tertuju padanya. Entah kare...
-
Read Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part II “Hari ini aku sidang tugas akhir nih. Kamu yang kampusnya ga jauh dari sini, gak mau support aku?”...
-
Read Part I -> Stupidfy : Ku Yakin Cinta Part I Setahun berlalu dengan banyak perseteruan dan kebahagiaan yang tidak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar